Cara Install Webuzo di VPS, Cloud Linux CentOS

cara- install webuzo centos

Cara install Webuzo, sebuah Control Panel VPS gratis yang membantu memudahkan para pengguna hosting VPS, Cloud Hosting dan Dedicated Server. Baik mari kita mulai tutorial install Webuzo di CentOS Linux VPS.

Persyaratan

CentOS 5.x / 6.x / 7.x atau Red Hat Enterprise Linux 5.x / 6.x / 7.x atau Scientific Linux 5.x / 6.x / 7.x (x86 atau x86_64) / Ubuntu LTS
YUM / apt-get / tar / wget packages sudah terinstall
RAM – Minimum 512 MB (Direkomendasikan 1GB)
Disk Space – Minimum 5GB (Direkomendasikan 10GB)

Mungkin bisa kita simpulkan, jika RAM dibawah 1GB lebih baik tidak perlu memakai Control Panel, banyak tutorial konfigurasi VPS di idnetter.com tanpa control panel, dan anda bisa mengelola VPS via SSH terminal linux / Putty.

 

Cara Install Webuzo

Oke, setelah persyaratan tersebut sudah terpenuhi, selanjutnya buka terminal SSH atau Putty ketik perintah berikut:

wget -N http://files.webuzo.com/install.sh
 chmod 0755 install.sh

Kemudian

./install.sh

Perintah diatas akan menginstall paket LAMP / LEMP (Linux, Apache (Nginx), MySQL dan PHP), DNS Server, dan juga FTP server

Atau

./install.sh --install=none

Perintah ini hanya akan menginstall Webuzo saja tanpa LAMP Stack, namun jangan kuatir kita bisa menambahkan aplikasi lain seperti LAMP Stack, DNS server dan lain-lain dibagian kategori Apps yang berada di Enduser Panel.

Proses instal webuzo mungkin akan sedikit lambat atau terhenti jika koneksi jaringan internet lambat, tapi biarkan saja sampai anda melihat seperti screenshot berikut ini:

Cara Install Webuzo : Webuzo.com

 

Catatan: sebuah file log akan terbuat otomatis dan beada di – /root/webuzo-install.log

 

Pengaturan Awal

Setelah installasi selesai selanjutnya proses Initial Setup melalui Browser dengan alamat http://IP_VPS:2004/install.php

seperti tampak pada screenshot dibawah ini

Pengaturan Webuzo : Webuzo.com - Webuzo initial Setup

 

Informasi Akun

Diperlukan Username, Email dan Password untuk konfigurasi Control Panel Webuzo, pastikan mengisi dengan benar.

 

Domain and Nameservers

Silahkan masukkan nama domain yang valid seperti contoh : idnetter.com
dan yang penting arahkan nameserver ke alamat IP VPS, Webuzo akan meminta untuk melengkapi Primary Nameserver (contoh: ns1.domain.com) dan Secondary Nameserver (contoh: ns2.domain.com).

 

Use IP as Domain

Menggunakan IP Sebagai Domain, jika tidak mempunyai nama domain, maka bisa menggunakan IP sebagai hostname.

 

Submit the details

Melengkapi Installasi secara Rinci, setelah mengisi form silahkan submit Install Webuzo dan Control Panel Webuzo akan segera membuat konfigurasi secara otomatis di sistem VPS, ini mungkin butuh waktu antara 3-4 menit tergantung kecepatan server.

 

Setup Selesai

Alhamdulillah, mudah-mudahan anda menjumpai seperti gambar dibawah ini yang menandakan keberhasilan menginstall Webuzo dengan baik.

Install Webuzo Berhasil - webuzo.com

Login

Control Panel Webuzo memiliki dua bagian berbeda yaitu Admin Panel dan Enduser Panel

Admin Panel

Untuk login ke Admin panel (Softaculous Webuzo Admin Panel) kunjungi URL :
https://IP-VPS:2005/

Atau tanpa SSL

http://IP-VPS:2004/

Enduser Panel

Untuk login ke Softaculous Webuzo Enduser Panel, melalui browser kunjungi :

Atau

http://IP-VPS:2002/

Username dan Password sama saat anda melakukan pengaturan awal Webuzo.

 

Kesimpulan

Webuzo akan membantu memudahkan mengelola VPS. Anda tidak akan lagi mejumpai hal rumit seperti saat menggunakan SSH terminal shell dan mengetik banyak perintah untuk membuat konfig di VPS. Dengan webuzo bisa mengatur DNS Zone, Email, Domain, melihat file anda diserver layaknya menggunakan CPanel. Lebih efektif dan menyenangkan.

 

Perlu Bantuan atau Sharing?

Dan tentu anda tidak perlu mengikuti tutorial ini serta memikirkan bagaimana jika ada masalah yang timbul di server anda, jika anda ingin fokus pada bidang anda dibisnis online, untuk itu saya menawarkan jasa setup VPS dengan control panel Webuzo ataupun konfigurasi tanpa control panel agar RAM lebih lega dan performa VPS lebih cepat. hubungi saya di :

Telpehone : 081235008433
Email : support@idnetter.com
PIN BBM : 743EB942

atau lihat detil Jasa VPS.

Webuzo COntrol Panel, Logo, Gambar terkait oleh: Webuzo by Softaculous. Sumber.

Cara Redirect Domain di Nginx VPS

Cara redirect domain di Nginx VPS CentOS

Login SSH

Login SSH menggunakan putty

Edit Konfigurasi Nginx

Buka file konfigurasi Nginx, Sebagai contoh pada kasus ini file konfigurasi server block nginx saya ada di /etc/nginx/sites-available/waptor.conf

vi /etc/nginx/sites-available/waptor.conf

copy-paste kode berikut, sesuaikan dengan domain anda:

Untuk versi dibawah Nginx 0.9.1

server {
  server_name .waptor.net;
  rewrite ^ http://idnetter.com$request_uri? permanent;
 }

Untuk versi Nginx 0.9.1 keatas

server {
  server_name .waptor.net;
  return 301 $scheme://idnetter.com$request_uri;
 }

Perhatikan $request_uri? Nah dengan cara redirect seperti ini nantinya link pada domain lama akan mengikuti ke link domain yang baru.

Misal user mengunjungi link lama http://waptor.net/cinta nanti akan menuju ke link http://idnetter.com/cinta

 

Selamat mencoba, semoga berhasil kawan.

Referensi : Nginx server_nameKolbyjack, Stack Overflow

Cara Membuat SubDomain di Nginx VPS

Cara membuat SubDomain di Nginx VPS

Tutorial cara membuat subdomain di nginx vps ini sama dengan konfigurasi Server Block (Virtual Host) Nginx.

Konfigurasi Nginx Server Block

Buat file konfigurasi untuk subdomain baru

vi /etc/nginx/sites-available/blog.idnetter.com.conf

Sesuaikan dengan domain/subdomain anda

server {
    listen 80;
    server_name www.blog.idnetter.com;
    rewrite ^(.*) http://blog.idnetter.com$1 permanent;
}

server {
    listen 80;
    server_name blog.idnetter.com;

    client_max_body_size 5m;
    client_body_timeout 60;

    access_log /var/log/nginx/access.idnetter.blog;
    error_log /var/log/nginx/error.idnetter.blog.log error;

    root /var/www/html/idnetter/blog;
    index index.html index.php;

    ### root directory ###
    location / {
        try_files $uri $uri/ /index.php?$args;
    }

    ### security ###
    error_page 403 =404;
    location ~ /\. { access_log off; log_not_found off; deny all; }
    location ~ ~$ { access_log off; log_not_found off; deny all; }

    ### disable logging ###
    location = /robots.txt { access_log off; log_not_found off; }
    location = /favicon.ico { access_log off; log_not_found off; }

    ### caches ###
    location ~* \.(jpg|jpeg|gif|css|png|js|ico|html)$ { access_log off; expires max; }
    location ~* \.(woff|svg)$ { access_log off; log_not_found off; expires 30d; }
    location ~* \.(js)$ { access_log off; log_not_found off; expires 7d; }

    ### php block ###
    location ~ \.php?$ {
        try_files $uri =404;
        include fastcgi_params;
        fastcgi_pass unix:/var/run/php-fpm.socket;
        fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
        fastcgi_intercept_errors on;
        fastcgi_split_path_info ^(.+\.php)(.*)$;
        #Prevent version info leakage
        fastcgi_hide_header X-Powered-By;
        }
}

Masuk ke direktori sites-enabled

cd /etc/nginx/sites-enabled

Link konfig file yang kita buat di direktori sites-available tadi

ln -s /etc/nginx/sites-available/blog.idnetter.com.conf

Buat folder untuk menyimpan data-data untuk subdomain yang anda buat, sebagai contoh disini subdomain blog

mkdir /var/www/html/idnetter/blog

Restart Nginx

service nginx restart

Selamat mencoba

Cara Membuat Website di VPS dengan Linux Ubuntu

Untuk pemula, Awal migrasi website dari Shared Hosting ke Virtual Private Server (VPS) mungkin akan membuat sedikit bingung jika tanpa menggunakan Control Panel berbasis web seperti CPanel. Cloud Hosting ataupun VPS Unmanaged merupakan suatu pilihan terbaik untuk awal bisnis online, selain biaya yang dikeluarkan tak terlalu banyak jika dibanding VPS Managed juga karena situs anda akan mempunyai IP Dedicated yang mendukung untuk membuat website SEO.

Artikel ini merupakan rangkuman secara step by step cara membuat website di VPS dengan Linux Ubuntu, diantaranya adalah sebagai berikut, klik link pada judul untuk mengikuti tiap tahap:

Login via SSH

Setelah anda meyelesaikan pembelian paket VPS hal pertama yang dilakukan sebelum menginstall aplikasi-aplikasi untuk membuat website adalah anda harus menguasai bagaimana cara login via SSH untuk mengelola VPS. Jika anda pengguna windows program untuk login via SHH adalah Putty.

Menguasai Perintah Dasar Linux

Tidak seperti control panel yang berbasis web dimana hanya tinggal klik, pada VPS Unmanaged untuk mengelola server perlu adanya pengetahuan untuk menjalankan baris perintah-perintah linux melalui terminal atau Putty.

Contoh:

Start, Restart dan Stop Nginx service

service nginx start
service nginx restart
service nginx stop

Restart mesin VPS

reboot

Atau contoh lain ika anda ingin mengedit konfigurasi WordPress menggunakan editor nano dengan perintah sebagai berikut:

sudo nano /var/www/html/wp-config.php

Untuk menyimpan dan exit dari nano editor tekan Ctrl+X kemudian jawab dengan y, dan tekan Enter.

Konfigurasi Firewall Ubuntu dengan UFW

Konfigurasi firewall diperlukan untuk melindungi server anda, dengan firewall aktif maka lalu lintas pada server dapat dikontrol melalui rule yang telah dibuat dan diterapkan pada firewall. Firewall akan menyeleksi koneksi apa saja yang diizinkan atau sebaliknya akan menolak koneksi yang di tidak diizinkan untuk mengakses server.

Install LEMP – Linux Ubuntu, Nginx, MySQL dan PHP

Seperti yang direncanakan, karena Linux Ubuntu sudah terinstall ketika membeli VPS, kemudian hal lainya untuk membangun website dengan WordPress ada beberapa aplikasi yang dibutuhkan, yaitu: Nginx diperlukan sebagai web server, kemudian sebagai database pada tutorial terkait menggunakan MySQL dan PHP (Hypertext Preprocessor) sebagai bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis seperti WordPress.

Install WordPress di Ubuntu

WordPress adalah Content Management System yang mudah dikelola serta alasan untuk membuat website Search Engine Friendly karena memiliki opsi untuk membuat permalink yang bisa membantu Search Engine mengindek situs anda lebih cepat.

Setelah tahap demi tahap diatas selesai anda akan mempunyai website yang berjalan menggunakan VPS Linux Ubuntu dengan Nginx web server dan WordPress sebagai Content Management System (CMS).

Selamat mencoba.

Cara Install WordPress di Ubuntu 14.04

Cara Install WordPress di Ubuntu 14.04

Step by step cara install WordPress di Ubuntu 14.04 dengan Nginx, MySQL, PHP (LEMP). Jika anda belum menginstall LEMP ikuti tutorialnya di : Cara Install LEMP – Nginx, MySQL, PHP di Ubuntu 14.04.

Buat Database

Sesuaikan dengan yang anda inginkan

mysql -u root -p
create database namaDatabaseAnda;
CREATE USER 'UserDatabaseAnda'@'localhost' IDENTIFIED BY 'PasswordUserAnda';
GRANT ALL ON NamaDatabaseAnda.* TO 'UserDatabaseAnda'@'localhost';
FLUSH PRIVILEGES;
exit

Download WordPress

Masuk ke direktori utama website

cd /var/www/html

Kemudian download WordPress

wget http://wordpress.org/latest.tar.gz
tar -xvf latest.tar.gz
cp -r wordpress/* /var/www/html
rm -rf wordpress

Kofigurasi Database MySQL WordPress

Buka file wp-config.php

nano /var/www/html/wp-config.php

Cocokkan dengan database yang anda buat

/** The name of the database for WordPress */
define('DB_NAME', 'namaDatabaseAnda');

/** MySQL database username */
define('DB_USER', 'UserDatabaseAnda');

/** MySQL database password */
define('DB_PASSWORD', 'PasswordUserAnda');

/** MySQL hostname */
define('DB_HOST', 'localhost');

Save dan Exit Ctrl+X kemudian jawab dengan y, Enter

Atur Permission

Atur perizinan berdasarkan kelompok pengguna (Group Ownership).

chown -R www-data:www-data /var/www/html/*

Nginx pada ubuntu beroperasi dibawah user www-data dan group user www-data, anda bisa mengubah untuk user tertentu misalnya: namauser:www-data.

Kemudian ubah CHMOD folder (755) dan file (644) secara masal

find . -type d -exec chmod 755 {} \;
find . -type f -exec chmod 644 {} \;

Konfigurasi Nginx – WordPress

Backup konfigurasi Nginx server block,

mv /etc/nginx/sites-available/default /root/default_nginx.backup

Setelah dibackup ganti yang baru

nano /etc/nginx/sites-available/default

Copy-Paste dan sesuaikan dengan yang dibawah ini.

server {
        listen 80 default_server;
        listen [::]:80 default_server ipv6only=on;

        server_name idnetter.com;

        client_max_body_size 5m;
        client_body_timeout 60;

        access_log /var/log/nginx/access.log;
        error_log /var/log/nginx/error.log error;

        root /var/www/html/;
        index  index.html index.php;

        ### root directory ###
        location / {
                try_files $uri $uri/ /index.php?$args;
        }

        ### security ###
        error_page 403 =404;
        location ~ /\. { access_log off; log_not_found off; deny all; }
        location ~ ~$ { access_log off; log_not_found off; deny all; }
        location ~* wp-admin/includes { deny all; }
        location ~* wp-includes/theme-compat/ { deny all; }
        location ~* wp-includes/js/tinymce/langs/.*\.php { deny all; }
        location /wp-includes/ { internal; }
        location ~* wp-config.php { deny all; }
        location ~* ^/wp-content/uploads/.*.(html|htm|shtml|php)$ {
                types { }
                default_type text/plain;
        }

        ### disable logging ###
        location = /robots.txt { access_log off; log_not_found off; }
        location = /favicon.ico { access_log off; log_not_found off; }

        ### caches ###
        location ~* \.(jpg|jpeg|gif|css|png|js|ico|html)$ { access_log off; expires max; }
        location ~* \.(woff|svg)$ { access_log off; log_not_found off; expires 30d; }
        location ~* \.(js)$ { access_log off; log_not_found off; expires 7d; }

        ### php block ###
        location ~ \.php?$ {
                try_files $uri =404;
                include fastcgi_params;
                fastcgi_pass unix:/var/run/php5-fpm.socket;
                fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
                fastcgi_intercept_errors on;
                fastcgi_split_path_info ^(.+\.php)(.*)$;
                #Prevent version info leakage
                fastcgi_hide_header X-Powered-By;
       }
}

Save dan Exit Ctrl+X kemudian jawab dengan y, Enter

Restart Nginx dan PHP-FPM

Selesai konfigurasi Nginx, restart service nginx dan php-fpm

service nginx restart
service php5-fpm restart

Install WordPress

Buka browser arahkan ke domain anda dan ikuti proses installasi WordPress seperti biasanya.

Alhamdulillah tutorial cara install dan konfigurasi WordPress di Ubuntu 14.04 dengan Nginx selesai. Selamat mencoba.

 

Cara Install LEMP – Nginx, MySQL, PHP di Ubuntu 14.04

Artikel ini merupakan panduan cara install LEMP – Nginx, MySQL, PHP di Ubuntu 14.04 untuk membangun website di VPS. Sebagai bahan tutorial LEMP web server untuk kolom Ubuntu saya belum lama ini membeli VPS dengan harga kurang dari $1 di interserver.net dengan spek sebagai berikut:

Spesifikasi VPS

  • 1 CPU Core
  • 1GB RAM
  • 1 IPv4
  • OS Ubuntu 14.04
  • Kode Promo : 1CENT
  • Beli

Temukan harga VPS Murah lainya di: Kumpulan VPS Promo Murah Untuk 1 Bulan

Langkah-langkahnya sebagai berikut gan:

Update System

Update system dulu gan buat pemanasan

apt-get update

Install Nginx

Stop layanan apache2 kemudian remove apache2 dari system dan kita akan menggunakan nginx saja

/etc/init.d/apache2 stop
apt-get remove apache2* -y
apt-get autoremove
apt-get install nginx -y

Start nginx service

Selesai install nginx, ketik perintah berikut untuk menjalankan nginx

service nginx start

Buka browser, ketik IP anda ntar munculnya kira-kira seperti ini:

Welcome to nginx!

If you see this page, the nginx web server is successfully installed and working. Further configuration is required.
For online documentation and support please refer to nginx.org.
Commercial support is available at nginx.com.

Thank you for using nginx.

Konfigurasi Nginx

Buka file /etc/nginx/sites-available/default sesuaikan, lihat yang berwarna merah

server {
    listen 80 default_server;
    listen [::]:80 default_server ipv6only=on;

    root /usr/share/nginx/html;
    index index.php index.html index.htm;

    server_name idnetter.com;

    location / {
        try_files $uri $uri/ =404;
    }

    error_page 404 /404.html;
    error_page 500 502 503 504 /50x.html;
    location = /50x.html {
        root /usr/share/nginx/html;
    }

    location ~ \.php$ {
        try_files $uri =404;
        fastcgi_split_path_info ^(.+\.php)(/.+)$;
        fastcgi_pass unix:/var/run/php5-fpm.sock;
        fastcgi_index index.php;
        fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
        include fastcgi_params;
    }
}

Install MySQL

Selanjutnya install dan konfigurasi mySQL

apt-get install mysql-server -y

Kemudian akan muncul dialog yang meminta password baru root untuk akses ke MySQL, seperti screenshot dibawah ini, langsung aja ketik password yang anda inginkan, dilanjut tekan Enter.

Cara Install LEMP – Nginx, MySQL, PHP di Ubuntu 14.04

 

Nanti akan muncul lagi konfirmasi password baru root untuk SQL yang anda buat tadi, langsung aja ketik ulang trus Enter,

konfigurasi mysql

Selesai installasi dilanjut ketik perintah berikut untuk membuat dtruktur direktori  yang dibutuhkan untuk menyimpan informasi database.

mysql_install_db

Selanjutnya selesaikan dengan mysql_secure_installation, ketik perintah berikut:

mysql_secure_installation

Saat pertama nanti muncul dialog untuk memasukkan password root MySQL, ketik aja password yang kita buat tadi trus Enter.

Enter current password for root (Enter for none) :

Langkah selanjutnya, setiap ada pertanyaan jawab sama dengan yang dibawah ini, yang berwarna merah:

NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MySQL
SERVERS IN PRODUCTION USE!  PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!


In order to log into MySQL to secure it, we'll need the current
password for the root user.  If you've just installed MySQL, and
you haven't set the root password yet, the password will be blank,
so you should just press enter here.

Enter current password for root (enter for none):
OK, successfully used password, moving on...

Setting the root password ensures that nobody can log into the MySQL
root user without the proper authorisation.

You already have a root password set, so you can safely answer 'n'.

Change the root password? [Y/n] n
... skipping.

By default, a MySQL installation has an anonymous user, allowing anyone
to log into MySQL without having to have a user account created for
them.  This is intended only for testing, and to make the installation
go a bit smoother.  You should remove them before moving into a
production environment.

Remove anonymous users? [Y/n] y
... Success!

Normally, root should only be allowed to connect from 'localhost'.  This
ensures that someone cannot guess at the root password from the network.

Disallow root login remotely? [Y/n] y
... Success!

By default, MySQL comes with a database named 'test' that anyone can
access.  This is also intended only for testing, and should be removed
before moving into a production environment.

Remove test database and access to it? [Y/n] y
- Dropping test database...
ERROR 1008 (HY000) at line 1: Can't drop database 'test'; database doesn't exist
... Failed!  Not critical, keep moving...
- Removing privileges on test database...
... Success!

Reloading the privilege tables will ensure that all changes made so far
will take effect immediately.

Reload privilege tables now? [Y/n] y
... Success!

Cleaning up...

All done!  If you've completed all of the above steps, your MySQL
installation should now be secure.

Thanks for using MySQL!

Install PHP

Dan yang terkahir adalah install dan konfigurasi PHP serta dilanjut module-module PHP yang diperlukan untuk membangun website.

apt-get install php5-fpm php5-mysql -y

Install module PHP

apt-get install php-apc php-pear php-soap php5-gd php5-imagick php5-imap php5-ldap php5-odbc php5-xmlrpc php5-mcrypt php5-mssql php5-curl -y

Konfigurasi PHP

Buka file konfigurasi PHP /etc/php5/fpm/php.ini

nano  /etc/php5/fpm/php.ini

Temukan bagian ini, dan sesuaikan

cgi.fix_pathinfo = 0
date.timezone = Asia/Jakarta
expose_php = Off

Restart service

service php5-fpm restart
service nginx restart

Test

Buat file baru info.php pada direktori utama website yaitu di: /usr/share/nginx/html

nano /usr/share/nginx/html/info.php

Tambahkan kode berikut:

<?php phpinfo();

Ctrl+X kemudian y

Buka broser ketik IP anda misalnya: http://127.0.0.1/info.php

Alhamdulillah tutorial install LEMP di Ubuntu 14.04 selesai.

Met mencoba gan.

Konfigurasi WordPress, W3 Total Cache, PHP-APC di Nginx

Konfigurasi WordPress, W3 Total Cache, PHP-APC di Nginx

Berikut ini adalah panduan lengkap cara install dan konfigurasi WordPress, W3 Total Cache, PHP-APC di Nginx server untuk performa maksimal web server anda.

Pada tutorial ini, di VPS menggunakan distribusi Linux CentOS 6, dengan contoh konfigurasi untuk satu website saja, tapi jika anda telah menguasai bagaimana cara konfigurasi Server Block atau vhost di Nginx, konfigurasi W3 Total Cache bisa diterapkan dengan cara yang sama.

Install Komponen

Install komponen yang diperlukan untuk membangun website WordPress beserta plugin W3 Total Cache, yaitu: Nginx, MySQL dan PHP seperti langkah-langkah yang telah diurutkan sebagai berikut.

Install Nginx

service httpd stop
yum remove httpd
yum install nginx -y
chkconfig --levels 235 nginx on
service nginx start

Install MySQL

yum -y install mysql mysql-server
mysql_secure_installation

Ikuti proses installasi sampai selesai.

chkconfig --levels 235 mysqld on
service mysqld start

Install PHP

yum -y install php-fpm php-mysql

Install PHP-APC module dan PHP module lainya

yum -y install php-apc php-gd php-imap php-ldap php-odbc php-pear php-xml php-xmlrpc php-mbstring php-mcrypt php-mssql php-snmp php-soap php-tidy curl curl-devel

Aktifkan saat boot.

chkconfig --levels 235 php-fpm on
service php-fpm start

Konfigurasi

Langkah selanjutnya adalah konfigurasi-konfigurasi, pada sesi ini telah saya urutkan, jadi anda tinggal mengikuti langkah demi langkah kemudian menyesuaikan file konfig dengan seperti yang dibawah ini.

Konfigurasi php.ini

Buka file /etc/php.d/php.ini

vi /etc/php.d/php.ini

Temukan baris berikut ini dan sesuaikan:

cgi.fix_pathinfo = 0
date.timezone = Asia/Jakarta
expose_php = Off

Konfigurasi php-apc

Buka file konfigurasi php-apc.ini

vi /etc/php.d/apc.ini

Isi dengan baris kode berikut:

extension = apc.so
apc.enabled=1
apc.shm_segments=1
apc.shm_size=128M
apc.num_files_hint=1024
apc.user_entries_hint=4096
apc.ttl=7200
apc.use_request_time=1
apc.user_ttl=7200
apc.gc_ttl=3600
apc.cache_by_default=1
apc.filters
apc.mmap_file_mask=/tmp/apc.XXXXXX
apc.file_update_protection=2
apc.enable_cli=0
apc.max_file_size=1M
apc.stat=1
apc.stat_ctime=0
apc.canonicalize=0
apc.write_lock=1
apc.report_autofilter=0
apc.rfc1867=0
apc.rfc1867_prefix =upload_
apc.rfc1867_name=APC_UPLOAD_PROGRESS
apc.rfc1867_freq=0
apc.rfc1867_ttl=3600
apc.include_once_override=0
apc.lazy_classes=0
apc.lazy_functions=0
apc.coredump_unmap=0
apc.file_md5=0
apc.preload_path

File konfigurasi yang akan kita edit selanjutnya adalah konfig Nginx dan PHP-FPM, sampai disini alangkah baiknya kita bakcup dulu file-file tersebut dengan cara menggunakan command mv atau move file:

mv /etc/nginx/nginx.conf/etc/nginx/nginx.conf.bak
mv /etc/nginx/conf.d/default.conf mv /etc/nginx/conf.d/default.conf.bak
mv /etc/nginx/php-fpm.d/www.conf /etc/nginx/php-fpm.d/www.conf.bak

Konfigurasi Nginx

Buat file baru: /etc/nginx/nginx.conf

vi /etc/nginx/nginx.conf

Copy-paste kode berikut:

# For more information on configuration, see:
#   * Official English Documentation: http://nginx.org/en/docs/
#   * Official Russian Documentation: http://nginx.org/ru/docs/

user              nginx;
worker_processes  4;

error_log  /var/log/nginx/error.log;

pid        /var/run/nginx.pid;

events {
    worker_connections  1024;
}

http {
    include       /etc/nginx/mime.types;
    default_type  application/octet-stream;

    log_format  main  '$remote_addr - $remote_user [$time_local] "$request" '
                      '$status $body_bytes_sent "$http_referer" '
                      '"$http_user_agent" "$http_x_forwarded_for"';

    access_log  /var/log/nginx/access.log  main;

    sendfile        on;
    #tcp_nopush     on;

    #keepalive_timeout  0;
    keepalive_timeout  30;

    # Untuk maksimalkan performa nginx
    gzip on;
    gzip_disable "MSIE [1-6]\.(?!.*SV1)";
    gzip_http_version 1.1;
    gzip_vary on;
    gzip_proxied any;
    gzip_comp_level 6;
    gzip_buffers 16 8k;
    gzip_types text/plain text/css application/json application/x-javascript text/xml application/xml application/xml+rss text/javascript application/javascript text/x-js;

    # Me-Load file config dari folder /etc/nginx/conf.d directory
    # pada kasus ini setting default server adalah di /etc/nginx/conf.d/default.conf
    include /etc/nginx/conf.d/*.conf;

}

Konfigurasi Default Server Nginx

Buat file baru

vi /etc/nginx/conf.d/default.conf

Paste kode berikut, cocokkan dengan domain agan

server {
        listen 80;
        server_name www.idnetter.com;
        rewrite ^(.*) http://idnetter.com$1 permanent;
}

server {
        listen 80;
        server_name idnetter.com;

        client_max_body_size 5m;
        client_body_timeout 60;

        access_log /var/log/nginx/idnetter-access.log;
        error_log /var/log/nginx/idnetter-error.log crit;
        
        ### Direktori untuk data website
        root /var/www/html/;
        index  index.html index.php;

        ### root directory ###
        location / {
                try_files $uri $uri/ /index.php?$args;
        }

        ### security ###
        error_page 403 =404;
        location ~ /\. { access_log off; log_not_found off; deny all; }
        location ~ ~$ { access_log off; log_not_found off; deny all; }
        location ~* wp-admin/includes { deny all; }
        location ~* wp-includes/theme-compat/ { deny all; }
        location ~* wp-includes/js/tinymce/langs/.*\.php { deny all; }
        location /wp-includes/ { internal; }
        ### Ini untuk me-load config W3 Total Cache
        include /var/www/html/w3.conf;
        ### END w3 Total Cache
        location ~* wp-config.php { deny all; }
        location ~* ^/wp-content/uploads/.*.(html|htm|shtml|php)$ {
                types { }
                default_type text/plain;
        }

        ### disable logging ###
        location = /robots.txt { access_log off; log_not_found off; }
        location = /favicon.ico { access_log off; log_not_found off; }

        ### caches ###
        location ~* \.(jpg|jpeg|gif|css|png|js|ico|html)$ { access_log off; expires max; }
        location ~* \.(woff|svg)$ { access_log off; log_not_found off; expires 30d; }
        location ~* \.(js)$ { access_log off; log_not_found off; expires 7d; }

        ### php block ###
        location ~ \.php?$ {
                try_files $uri =404;
                include fastcgi_params;
                fastcgi_pass unix:/var/run/php-fpm.socket;
                fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
                fastcgi_intercept_errors on;
                fastcgi_split_path_info ^(.+\.php)(.*)$;
                #Prevent version info leakage
                fastcgi_hide_header X-Powered-By;
        }
}

Konfigurasi PHP-FPM

Buat file baru

vi /etc/php-fpm.d/www.conf

Paste code berikut:

[php-fpm]
listen = /var/run/php-fpm.socket
listen.owner = nginx
listen.group = nginx
listen.mode = 0660
user = nginx
group = nginx
request_slowlog_timeout = 5s
slowlog = /var/log/php-fpm/php-fpm.log
listen.allowed_clients = 127.0.0.1
pm = dynamic
pm.max_children = 10
pm.start_servers = 3
pm.min_spare_servers = 2
pm.max_spare_servers = 4
pm.max_requests = 400
listen.backlog = -1
pm.status_path = /status
request_terminate_timeout = 120s
rlimit_files = 131072
rlimit_core = unlimited
catch_workers_output = yes
php_value[session.save_handler] = files
php_value[session.save_path] = /var/lib/php/session
php_admin_value[error_log] = /var/log/php-fpm/php-fpm-error.log
php_admin_flag[log_errors] = on

Buka file /etc/php-fpm.conf

vi /etc/php-fpm.conf

Uncomment pada baris berikut ini:

emergency_restart_threshold = 10
emergency_restart_interval = 1m
process_control_timeout = 10

Konfigurasi WordPress

Buat Database

mysql -u root -p
create database namaDatabaseAnda;
CREATE USER 'UserDatabaseAnda'@'localhost' IDENTIFIED BY '123456';
GRANT ALL ON NamaDatabaseAnda.* TO 'UserDatabaseAnda'@'localhost';
FLUSH PRIVILEGES;
exit

Masuk ke direktori web root

cd /var/www/html

Download script WordPress

wget http://wordpress.org/latest.tar.gz

Extract Script WordPress

tar -xvf latest.tar.gz

Pindah script WordPress ke direktori utama website, yaitu di /var/www/html

cp -r wordpress/* /var/www/html

Hapus folder wordpress

rm -rf wordpress

CHMOD

Mengubah chmod atau perizinan file/folder

chown nginx:nginx -R *

Ubah chmod semua folder menjadi 755

find . -type d -exec chmod 755 {} \;

Ubah chmod semua file menjadi 644

find . -type f -exec chmod 644 {} \;

Install WordPress online melalui browser favorite anda dan ikuti instruksi sampai berhasil seperti biasa.

Setelah berhasil menginstall WordPress, buka file konfigurasi WordPress

vi /var/www/html/wp-config.php

Tambahkan line berikut (sesuaikan dengan domain agan) pada wp-config.php agar WordPress tidak mengambil query dari database.

define('WP_HOME', 'http://idnetter.com');
define('WP_SITEURL', 'http://idnetter.com');

Simpan dan keluar dari vi editor.

Install Plugin W3 Total Cache

Install Plugin W3 Total Cache WordPress dari menu admin seperti biasa

Kemudian setting W3 Total Cache seperti berikut:

Page cache: enabled
Page cache method: Disk: Enhaced

Minify: enable
Minify cache method: Opcode: Alternative PHP Cache (APC)

Database Cache: enabled
Database Cache Method: Opcode: Alternative PHP Cache (APC)

Object Cache: enbabled
Object Cache Method: Opcode: Alternative PHP Cache (APC)

Browser Cache: disabled

Selebihnya anda bisa lihat postingan saya khusus untuk settingan W3 Total Cache di -> Link Ini. Semua settingan sama, hanya saja metode cachenya menggunakan Opcode: Alternative PHP Cache (APC) atau seperti settingan diatas.

Konfigurasi W3 Total Cache Nginx

Buat file baru untuk konfig W3 Total Cache Nginx

vi /var/www/html/w3.conf

Copy-Paste code berikut

# BEGIN W3TC Page Cache cache
location ~ /wp-content/cache/page_enhanced.*html$ {
    add_header Vary Cookie;
}
# END W3TC Page Cache cache
# BEGIN W3TC Page Cache core
set $w3tc_rewrite 1;
if ($request_method = POST) {
    set $w3tc_rewrite 0;
}
if ($query_string != "") {
    set $w3tc_rewrite 0;
}
if ($request_uri !~ \/$) {
    set $w3tc_rewrite 0;
}
if ($http_cookie ~* "(comment_author|wp\-postpass|w3tc_logged_out|wordpress_logged_in|wptouch_switch_toggle)") {
    set $w3tc_rewrite 0;
}
if (!-f "$document_root/wp-content/cache/page_enhanced/$http_host/$request_uri/_index.html") {
  set $w3tc_rewrite 0;
}
if ($w3tc_rewrite = 1) {
    rewrite .* "/wp-content/cache/page_enhanced/$http_host/$request_uri/_index.html" last;
}
# END W3TC Page Cache core

Simpan dan keluar dari vi editor

Check

Restart Nginx dan PHP-FPM

service nginx restart
service php-fpm restart

Check PHP-APC

php -m | grep -w apc

Buka Browser: Login Dashboard WP > Performance > Empty All Caches.
Coba buka website anda dan refresh.

Alhamddulillah Tutorial Konfigurasi WordPress, W3 Total Cache, PHP-APC di Nginx kelar juga, Kini anda bisa membangun website WordPress dengan plugin W3 Total Cache serta konfigurasi untuk performa web server yang maksimal. Met mencoba gan, CMIIW.

Referensi : WordPress, W3-Edge, PHP APC, RoseHosting, Nginx, MySQL, CentOS

 

Konfigurasi Logging Nginx di CentOS VPS

konfigurasi logging nginx di centos vps

Logging informasi pada server akan membantu Anda memecahkan masalah dan menilai situasi yang muncul. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang konfigurasi Logging Nginx di CentOS VPS, misalnya cara: disable error_log dan access_log. Cara ini juga bisa anda terapkan jika anda menggunakan Nginx pada distribusi linux yang lain dengan cara yang sama.

Sebelum kita mulai hendaknya kita tahu dimana file konfigurasi nginx. File konfigurasi nginx bisa anda jumpai di:

/etc/nginx/nginx.conf

atau di

/etc/nginx/conf.d/default.conf

atau jika anda sebelumnya melakukan setting nginx server block, file konfig berada di tiap file *.conf di:

/etc/nginx/default.d/*.conf

atau jika anda sebelumnya melakukan setting nginx server block, file konfig berada di tiap file *.conf di:

/etc/nginx/sites-available/*.conf

Anda bisa membuka file tersebut dengan perintah vi dan melihat baris-baris untuk konfigurasi logging nginx server.

vi /etc/nginx/nginx.conf

Error_log Directive

Nginx menggunakan beberapa arahan yang berbeda untuk mengontrol sistem logging. Yang termasuk dalam modul inti disebut “error_log”.

Sintak Error_log

Di Apache ini dikenal dengan ErrorLog directive, “error_log” direktif digunakan untuk menghandle pesan kesalahan umum di server.

error_log directive dengan contoh sintak berikut:

error_log /var/log/nginx/error.log crit;

“error.log” adalah nama file yang akan digunakan untuk merekam aktivitas logging di server.
“crit” adalah level logging yang Anda ingin merekam.

Level Logging

Pada error_log direktif dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan dengan tingkat/level log seperti berikut ini:

emerg : Situasi darurat di mana sistem ini dalam keadaan tidak dapat digunakan.
alert : Situasi berat di mana tindakan yang diperlukan segera.
crit : Masalah penting yang perlu diatasi.
error : Sebuah Kesalahan telah terjadi. Sesuatu tidak berhasil / gagal diproses.
warn : Sesuatu yang luar biasa terjadi, tapi tidak perlu perhatian yang sangat serius.
notice :Sesuatu yang normal, namun perlu dicatat telah terjadi.
Info : Sebuah pesan informasi yang mungkin bagus untuk tahu.
debug : Informasi debugging yang dapat berguna untuk menentukan di mana masalah terjadi.

List level diatas telah diurutkan sesuai level dengan prioritas tertinggi.

Dengan mengkonfigurasikan error_log dan memberi level spesifik, maka informasi yang direkam hanya yang sesuai dengan level itu saja, misalnya:

error_log /var/log/nginx/error.log crit;

Maka yang terekam dalam file error.log hanya informasi critical atau masalah kritis pada server dan harus segera diatasi. Kebalikannya jika anda tidak mengkonfigurasikan error_log dengan level spesifik maka semua informasi pesan general error di server akan direkam.

Cara Disable error_log Nginx

Ukuran file error_log semakin lama akan akan semakin besar dan ini tidak baik karena akan memberi beban disk space. Ini adalah solusi cara untuk disable error_log Nginx secara permanen yaitu dengan konfig seperti berikut:

error_log  /dev/null;

Ini tidak disarankan, sebaiknya jangan didisable tapi di beri level seperti contoh diatas, agar kita tahu jika terjadi kesalahan-kesalahan pada server kita. Namun anda bisa menghapus file error.log secara berkala atau mendownloadnya terlebih dahulu untuk sekedar arsip sebelum dihapus

Sementara error_log adalah modul inti, berikutnya adalah HttpLogModule Logging Directive.

HttpLogModule Logging Directive

access_log direktif adalah bagian dari HttpLogModule, semua informasi aktivitas  user diwebsite akan terekam disini, misalnya: User-A melihat halaman kontak anda dengan url: http://idnetter.com/kontak aktivitas ini akan dicatat oleh access_log, bersamaan dengan itu, jika ada link di halaman kontak tersebut tidak valid maka juga akan terekam di access_log, misalnya: link CSS, image dan JS.

Masalahnya jika saja ada 1000 user sedang mengunjungi halaman kontak tersebut maka tidak diragukan file size access_log akan cepat membengkak. Solusinya adalah dengan melakukan rotasi file log – Log Rotation baik secara manual maupun otomatis yang akan kita bahas selanjutnya.

Banyak pengembang website tidak membutuhkan access_log, untuk itu anda bisa langsung mendisable access_log dengan konfigurasi seperti dibawah ini.

Cara Disable access_log Nginx

Jika anda tidak ingin system mencatat access log, Berikut cara disable access_log:

access_log off;

Atau dengan cara yang sama seperti modul inti pada error_log, access_log output akan dikirim ke /dev/null, dengan cara ini maka access log akan didisable permanen.

access_log /dev/null;

Alhamdulillah, panduan logging nginx di vps hosting selesai. Selamat mencoba gan!.

 

Referensi: Digital Ocean – How To Configure Logging and Log Rotation in Nginx on an Ubuntu VPS

 

Step by Step Membangun Website WordPress di VPS

membangun website wordpress di VPS

Artikel berikut ini merupakan ringkasan dari langkah-langkah cara membangun website WordPress pada Virtual Private Server (VPS) Unmanaged yang sebelumnya pernah saya share. Pada panduan ini menggunakan Linux CentOS, Nginx (Engine-X), MySQL dan PHP atau disingkat LEMP.

Saya berharap postingan ini akan memudahkan anda dalam belajar membuat website yang berjalan menggunakan VPS maupun Cloud Server dari artikel-artikel sebelumnya yang ada di idnetter.com.

Prasyarat

Berikut ini adalah spesifikasi Virtual Private Server (VPS) sebagai prasyarat untuk membangun website WordPress.

CPU Core 1
RAM 512MB
Swap 256MB
50 GB HDD
1 Dedicated IPv4

Membangun website WordPress

Step by step membangun website WordPress di VPS sebagai berikut.

1. Login via SSH Menggunakan Putty

Untuk dapat mengelola dan menginstall software-software untuk membangun website tersebut diperlukan akses SSH untuk mengelola server. Anda bisa memakai program Putty untuk dapat Login ke server sebagai root.

2. Menghubungkan Domain ke VPS

Langkah selanjutnya adalah menghubungkan nama domain anda ke IP VPS agar nama domain anda dapat diakses melalui browser nantinya. Menghubungkan domain ke VPS membutuhkan waktu paling tidak 1×24 jam, selanjuntnya sambil menunggu anda bisa melakukan langkah berikutnya yaitu install LEMP.

3. Install LEMP (Linux CentOS, Nginx, MySQL dan PHP)

Setelah anda menyewa sebuah server VPS / Cloud Server biasanya sudah terinstall Operasi Sistem Linux, langkah selanjutnya adalah menginstall software-software yang diperlukan untuk membangun website dengan Script WordPress, dan yang anda butuhkan dari semua itu adalah LEMP.

4. Install WordPress

Sukses mengkonfigurasikan LEMP server adalah berita baik untuk menuju step berikutnya yaitu menginstall script WordPress. Dengan WordPress anda bisa memulai membuat posting, berbagi file, serta foto-foto produk.

5. Lain-lain

Kini anda mempunyai website WordPress yang online di server VPS, kita semua tahu website tak ada yang sempurna tapi kita akan memaksimalkan kinerja daripada server dan website WordPress itu sendiri dengan software dan plugin tambahan.

 

Konfigurasi, Software dan Plugin yang direkomendasikan diantaranya adalah:

Konfigurasi Firewall: Untuk keamanan server VPS anda

Mail Server: Agar website bisa untuk mengirim email

Yoast SEO: Untuk Optimisasi Mesin Pencari

W3 Total Cache: Mempercepat loading page website

 

Semoga bermanfaat.

Cara Install WordPress di Nginx Web Server

WordPress terkenal karena kemudahanya dan baik untuk SEO, sedangkan Nginx (Engine-X) terkenal karena performanya yang tinggi, stabil, memiliki banyak fitur, mudah dikonfigurasikan, dan juga menggunakan sedikit sumberdaya pada server. Postingan ini merupakan panduan bagaimana cara install WordPress di Nginx web server, dengan asumsi Linux, Nginx, MySQL, dan PHP sudah dikonfigurasi dengan baik pada server anda.

Setelah anda login via SSH sebagai root, langkah berikutnya adalah sebagai berikut:

1. Buat Database MySQL dan User Database MySQL

Sebelum mendownload file WordPress buat database MySQL dan user database MySQL dengan cara sebagai berikut, jangan lupa ganti sesuai dengan nama yang anda inginkan:

Login ke MySQL database:

mysql -u root -p

Buat Database MySQL

create database namaDatabaseAnda;

Buat user Database MySQL (123456 adalah password, ganti sesuai yang diinginkan)

CREATE USER 'UserDatabaseAnda'@'localhost' IDENTIFIED BY '123456';

Izinkan user untuk mengkases Database

GRANT ALL ON NamaDatabaseAnda.* TO 'UserDatabaseAnda'@'localhost';

Kemudian

FLUSH PRIVILEGES;

Setelah selesai exit dari MySQL dengan command berikut:

exit

2. Konfigurasi Nginx

Selanjutnya persiapan install WordPress dengan mengkonfigurasikan terlebih dahulu konfig nginx dan php-fpm.

Permalink WordPress

Konfigurasi permalink WordPress URL Rewrite di Nginx agar Search Engine Friendly (SEF).

Edit konfigurasi nginx default

vi /etc/nginx/default.conf

Copy paste kode berikut untuk mengganti konfig nginx default.conf, ganti yang merah sesuai nama domain agan

server {
listen 80;
server_name www.idnetter.com;
rewrite ^(.*) http://idnetter.com$1 permanent;
}

server {
listen 80;
server_name idnetter.com;

client_max_body_size 5m;
client_body_timeout 60;

access_log /var/log/nginx/idnetter.com-access;
error_log /var/log/nginx/idnetter.com-error error;

### Ini direktori letak file-file webiste nantinya
root /var/www/html/;
index  index.html index.php;

### root directory ###
location / {
try_files $uri $uri/ /index.php?$args;
}

### security ###
error_page 403 =404;
location ~ /\. { access_log off; log_not_found off; deny all; }
location ~ ~$ { access_log off; log_not_found off; deny all; }
location ~* wp-admin/includes { deny all; }
location ~* wp-includes/theme-compat/ { deny all; }
location ~* wp-includes/js/tinymce/langs/.*\.php { deny all; }
location /wp-includes/ { internal; }
location ~* ^/wp-content/uploads/.*.(html|htm|shtml|php)$ {
types { }
default_type text/plain;
}

### disable logging ###
location = /robots.txt { access_log off; log_not_found off; }
location = /favicon.ico { access_log off; log_not_found off; }

### caches ###
location ~* \.(jpg|jpeg|gif|css|png|js|ico|html)$ { access_log off; expires max; }
location ~* \.(woff|svg)$ { access_log off; log_not_found off; expires 30d; }
location ~* \.(js)$ { access_log off; log_not_found off; expires 7d; }

### php block ###
location ~ \.php?$ {
try_files $uri =404;
include fastcgi_params;
fastcgi_pass unix:/var/run/php-fpm.socket;
fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
fastcgi_intercept_errors on;
fastcgi_split_path_info ^(.+\.php)(.*)$;
#Prevent version info leakage
fastcgi_hide_header X-Powered-By;
}
}

Unix Socket PHP-FPM

Edit konfigurasi php-fpm unix socket

vi /etc/php-fpm.d/www.conf

Ganti, copy-paste dengan kode berikut:

[php-fpm]
listen = /var/run/php-fpm.socket
listen.owner = nginx
listen.group = nginx
listen.mode = 0660
user = nginx
group = nginx
request_slowlog_timeout = 5s
slowlog = /var/log/php-fpm/php-fpm.log
listen.allowed_clients = 127.0.0.1
pm = dynamic
pm.max_children = 10
pm.start_servers = 3
pm.min_spare_servers = 2
pm.max_spare_servers = 4
pm.max_requests = 400
listen.backlog = -1
pm.status_path = /status
request_terminate_timeout = 120s
rlimit_files = 131072
rlimit_core = unlimited
catch_workers_output = yes
php_value[session.save_handler] = files
php_value[session.save_path] = /var/lib/php/session
php_admin_value[error_log] = /var/log/php-fpm/php-fpm-error.log
php_admin_flag[log_errors] = on

Reload service nginx dan php-fpm

service nginx reload
service php-fpm reload

3. Install WordPress

Dan langkah yang terakhir adalah menginstall WordPress. Letak dokumen root pada nginx secara default berada di : /var/www/html

cd /var/www/html

Kemudian download WordPress

wget https://wordpress.org/latest.tar.gz

Extract menggunakan command berikut:

tar -xvf latest.tar.gz

Copy folder/file-file script WordPress dengan code berikut

cp -r wordpress/* /var/www/html

Setelah berhasil dicopy, hapus folder wordpress beserta file didalamnya dengan command berikut, jika ada pertanyaan ketik: y kemudian enter

rm -rf wordpress

CHMOD

Mengubah file/folder permission

chown nginx:nginx -R *

Ubah perizinan direktori rwxr-xr-x (0755)

find . -type d -exec chmod 755 {} \;

Ubah perizinan file rw-r–r– (644)

find . -type f -exec chmod 644 {} \;

Install WordPress online melalui browser favorite anda seperti biasa.

Jika ada keterangan: Sorry, but I can’t write the wp-config.php file. Dan dibawahnya diminta membuat file secara manual dan copy-paste text konfigurasi, copy kode konfigurasi tersebut.

cara install wordpress nginx

Melalui terminal Putty Jalankan kode berikut:

vi /var/www/html/wp-config.php

Kemudian paste konfigurasinya dengan cara menekan huruf i kemudian klik kanan untuk paste. Pencet Ctrl+C kemudian ketik :wq selanjutnya Enter untuk menyimpan dan keluar.

Selanjutnya kembali ke Browser dan klik Run the install. Langkah selanjutnya isi form sesuai Website anda Username, Password, Email disesuaikan dan klik Install WordPress.

Alhamdulillah, Cara Installasi WordPress selesai, kini anda punya website WordPress online. Jangan lupa untuk check postingan idnetter yang lain dengan tautan WordPress.