Cara memilih Software HRIS untuk Divisi HR

Tampaknya di era digital hampir semua perusahaan menggunakan software untuk menyederhanakan berbagai pekerjaan dan fungsi setiap divisi agar lebih efisien dan efektif. Terutama, dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) atau lebih tepatnya tugas dari HR (Human Resource) yang bertanggung jawab dalam kesejahteraan karyawan.

Untungnya, saat ini sudah cukup mudah dijumpai HRIS Software Indonesia yang dapat membantu meringankan tugas dari HR dengan berbagai macam pilihan fitur dan modul yang disediakan. Tentunya, Anda sebagai HR harus bisa menyeleksi mana software HRIS (Human Resources Information System) yang tepat dan terbaik bagi peningkatan produktivitas perusahaan. Nah, mari kita simak cara memilih software HRIS untuk divisi HR berikut:

1. Biaya yang dikeluarkan

Dalam perusahaan, biaya yang dikeluarkan untuk software HRIS merupakan biaya investasi yang menjadi pertimbangan penting apalagi untuk perusahaan dengan keuangan terbatas. Untuk itu, HR dapat mencoba menggunakan software HRIS tahap trial atau free. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui bagaimana software itu bekerja untuk kebutuhan perusahaan Anda. Dalam tahap trial, Anda dapat mengukur berapa biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan software tersebut dan dapat mengajukan anggaran ke perusahaan setelah mengetahui informasi lengkap tentang software tersebut. Umumnya, selama masa uji coba software HRIS, Anda tidak akan dipungut biaya apa pun alias gratis.

2. Fitur yang dibutuhkan

Dalam memilih bermacam-macam software HRIS yang tidak boleh dilupakan adalah fitur yang dibutuhkan atau fungsi utama memilih dan memakai software tersebut. Jika membeli dengan HRIS yang mahal namun fiturnya tidak terlalu dibutuhkan tentunya akan merugikan perusahaan Anda. Maka dari itu, Anda perlu memikirkan software HRIS mana yang benar – benar yang berguna dan dibutuhkan oleh perusahaan Anda sehingga Anda mendapat fitur yang Anda butuhkan dan anggaran Anda tidak bertambah banyak.

3. Kemampuan integrasi data

Selain faktor biaya, yang harus diperhatikan dalam menggunakan software HRIS adalah kemampuan software tersebut dalam integrasi data. Kemampuan integrasi berbagai macam data dan menyajikan hasil akhir atau laporan yang siap pakai pastinya lebih menguntungkan karena dibandingkan dengan software yang hanya menghasilkan data yang masih perlu diolah lagi. Tentunya merepotkan dan tidak efisien karena HR juga harus melakukan berbagai perhitungan seperti perhitungan gaji, yang di dalamnya terdapat tunjangan – tunjangan, PPh 21, uang lembur yang perlu diolah menjadi data akhir yang siap dieksekusi oleh HR atau karyawan.

4. Efiesien dan nilai tambah

Jika Anda berpikiran bahwa software HRIS yang on-premise (dibuat sesuai permintaan perusahaan) merupakan software yang lebih baik dari aplikasi berbasis cloud, maka Anda salah besar karena jika Anda menggunakan software on-premise maka akan terasa kurang fleksibel ketika perusahaan menghadapi perubahan seperti peraturan pemerintah atau kebijakan yang tidak segera diterapkan oleh perusahaan sendiri pada software.

Tentunya Anda harus mengeluarkan biaya yang banyak karena harus menanggung biaya maintenance secara rutin dan jika ingin menambah fitur harus membayar lagi. Berbeda halnya jika Anda menggunakan aplikasi berbasis cloud yang dapat menghemat biaya dan keamanan sistem lebih tinggi untuk menyimpan banyak data.

Oleh karena itu, maka perlu software HRIS yang fitur lengkap seperti LinovHR yang dapat menjadi software HRIS andalan Anda sehingga pekerjaan tim HR akan sangat terbantu dengan mudah, efisien dan cepat. Hubungi kami untuk uji coba LinovHR gratis, https://www.linovhr.com/contact/

One thought on “Cara memilih Software HRIS untuk Divisi HR